Pemdes Krosok Kecamatan Sendang Bangun Saluran Irigasi Tersier melalui Program P3-TGAI


Tulungagung, klikwartanews.id Kelompok Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Tirto Wilis Mulyo Desa Krosok, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, telah memulai pembangunan saluran irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang diinisiasi oleh BWBS. Proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dengan nilai Rp195.000.000. Program tersebut juga dilaksanakan dalam bentuk Padat Karya Tunai (PKT) untuk memberdayakan masyarakat setempat.

Saluran irigasi tersier yang dibangun memiliki panjang 263,5 meter, dengan lebar 40 dan kedalaman 56 masing-masing 30 cm. Proyek ini berlokasi di area persawahan yang membutuhkan sistem irigasi yang lebih baik untuk mendukung kegiatan pertanian, terutama dalam menghadapi musim kemarau yang kerap menimbulkan kesulitan pengairan sawah.

Ketua HIPPA Tirto Wilis Mulyo, Adi Sumanto, menyampaikan bahwa pembangunan irigasi ini merupakan hasil dari kebutuhan masyarakat petani Desa Krosok. “Pembangunan saluran irigasi ini melibatkan peran serta masyarakat sebagai pelaksana kegiatan, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan,” ujar Adi Sumanto pada Kamis (28/10/2025).


Lebih lanjut, Adi Sumanto menjelaskan bahwa program P3-TGAI berfokus pada perbaikan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi yang melibatkan masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, sistem irigasi yang baik adalah komponen penting dalam mendukung sektor pertanian di desa.

“Dalam bidang pertanian, sistem irigasi menjadi satu komponen yang sangat penting. Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan para petani lebih mudah mendapatkan sumber air ketika musim tanam tiba, terutama saat kemarau. Jika sistem irigasi berfungsi dengan baik, hasil panen pun akan meningkat,” tambahnya.

Kepala Desa Krosok, Susanto, S.A.P, turut menambahkan bahwa program P3-TGAI ini memiliki peran penting dalam memberdayakan petani di desa tersebut. Program ini mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memperbaiki dan meningkatkan jaringan irigasi, yang berdampak positif bagi ketahanan pangan dan perekonomian desa.

“Melalui Program P3-TGAI, kita dapat memberdayakan masyarakat petani dalam memperbaiki jaringan irigasi, rehabilitasi, serta peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan,” jelas Susanto.


Program P3-TGAI juga sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mempercepat pembangunan infrastruktur di pedesaan.

“Program ini mendukung ketahanan pangan nasional dan aktivitas perekonomian, serta mendorong pemerataan pembangunan,” pungkasnya.

Selain itu, program ini juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat karena melibatkan mereka dalam proses pelaksanaan proyek. Dengan metode padat karya, warga desa diberdayakan dan turut serta dalam pembangunan saluran irigasi, yang tidak hanya meningkatkan infrastruktur pertanian, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi penduduk setempat.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR
KLIK WARTA NEWS